PAHLAWAN KEMERDEKAAN DAN PAHLAWAN MERDEKA

E-mail Print PDF

Oleh: I Nyoman Tusthi Eddy

Makna leksikografi istilah pahlawan adalah : (1) orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam pembela kebenaran. (2) pejuang yang gagah berani (KBBI, 1993 :715). Tetapi orang awam bilang mendengar istilah pahlawan , yang dibayangkan adalah peperangan. Yang dibayangkan adalah sekelompok orang pulang dari berperang dengan membawa kemenangan. Orang yang di anggap berjasa dalam pertempuran itu baik masih hidup maupun sudah meninggal disebut pahlawan. Para pahlawan yang sudah meninggal dimakamkan di satu komplek pemakaman yang di sebut Taman Makam Pahlawan. Hal ini memperkuat gambaran pahlawan selalu berhubungan dengan peperangan.

Apabila mengacu pada arti pahlawan tersebut tadi, setiap usaha dan perjuangan hidup manusia melahirkan pahlawannya. Dengan demikian ada pahlawan perang (yang dibuatkan tugu dan taman Makam Pahlawan), pahlawan kemerdekaan, pahlawan ilmu pengetahuan, pahlawan peradaban, dll.

Pahlawan perang melakukan usaha dan gerakan terbuka di panggung sejarah sehingga bisa disaksikan oleh masyarakat luas. Para pahlawan lainnya lebih banyak bekerja dibelakang panggung sejarah, sehingga kurang dikenal oleh masyarkat. Karena itu kurang mendapat apresiasi masyarakat luas.

Pengertian Pahlawan Perang dan Pahlawan Kemerdekaan sering di campurbaurkan, karena pengertian merdeka dan kemerdekaan hanya dilihat aspek saja yaitu merdeka dari penjajahan. Untuk bisa merdeka dari penjajahan pada umumnya peranan peperangan sangat menonjol. Dengan demikian pengertian merdeka yang paling menonjol dan dikenal adalah merdeka dari penjajah. Merdeka dari segi lain kurang dikenal. Makna kata merdeka adalah bebas dari perhambaan, penjajahan, dsb. (KBBI, 1993:648). Dengan demikian merdeka berarti bebas dari segala ikatan yang mengekang dalam kehidupan. Jadi bukan hanya penjajah.

Mengacu pada pengertian ini, maka kemerdekaan yang kita harapkan : merdeka dari penjajahan, merdeka dari perbudakan, merdeka dari kebodohan, merdeka dari kemiskinan, merdeka dari ketidakadilan dsb. Dengan istilah yang lebih keren kemerdekaan yang kita dambakan adalah kemerdekaan fisik,sosial, politik, kultural. Dari setiap jenis kemerdekaan ini dapat muncul seorang pahlawan.

Berbicara mengenai pahlawan kemerdekaan, bung karno adalah salah seorang diantaranya. Beliau tidak pernah mengangkat senjata untuk berperang. Tetapi pemikiran pemikiran dan usaha – usahanya untuk mencapai Indonesia merdeka sangat jelas. Tulisannya yang berjudul ” Indonesia Menggugat”. Bukan hanya pledoi ketika beliau diadili, tetapi sebuah pahlawan politik dari bangsa penjajah untuk mencapai kemerdekaannya . pidato dan tulisannya yang lain banyak menyuarakan pahlawan untuk memerdekakan rakyat Indonesia dari cengkraman praktik neokolonialisme dan neoimprealisme.

Raden Ajeng Kartini adalah Pahlawan Kemerdekaan yang lain. Melalui surat – suratnya yang kemudian dibukukan dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang, ia berusaha memerdekakan kaum wanita bangsa indonesia dari kekangan tradisi yang sangat mengikat. Surat – surat ini pun sebuah perlawanan budaya bagi kemerdekaan kaum wanita.

Ki Hajar Dewantara di samping sebagai Pahlawan Pendidikan yang merintis dan membangun dasar–dasar Pendidikan Nasional; sekaligus juga pahlawan kemerdekaan. Sebagai salah seorang tokoh pendidikan ia banyak menyumbang pemikiran dan usaha untuk memerdekakan bangsa indonesia dari keterbelakangan intelektual dan kebodohan. Pemikiran dan usahanya ini dapat kita baca melalui tulisannya yang terkumpul dalam dua buku berjudul Kebudayaan dan Pendidikan .

Keberadaan seorang pahlawan, kecuali pahlawan perang, pada umumnya kurang dikenal oleh masyarakat awam. Apresiasinya masyarakat terhadap Pahlawan Perang mengandung nilai plus terutama kalau dihubungkan dengan masalah kemerdekaan. Pahlawan kemerdekaan kecuali kemerdekaan fisik, pada umumnya adalah Hero yang tersembunyi dibalik layar sejarah. Tetapi nilai kepahlawananya bagi bangsa yang diwakilinya sama.

Adanya penilaian yang timpang karena masih adanya lapisan masyarakat yang kurang cerdas dalam mengapresiasi pahlawan bangsanya. Disamping itu juga disebabkan oleh adanya kelompok yang memiliki kepentingan politis.

Semua pahlawan, termasuk pahlawan kemerdekaan, haruslah merdeka. Seorang pahlawan sejati mestinya tidak memiliki pretensi balas budi atas jasa–jasanya. Seorang pahlawan yang melawan dan berkhianat kepada negaranya, karena pretensi balas budi, tak lagi layak disebut pahlawan. Ia otomatis menjadi penjahat.

Jika pretensi harus ada, maka satu–satunya yang layak bagi seorang pahlawan adalah tercapainya cita–cita yang diperjuangkan. Maka tempat perhentian seorang pahlawan adalah sesuatu yang ideal, bukan material.


(dimuat di Majalah ”Sinar Agung” Edisi III/Th. 2009)

 

Profil Pimpinan

KALENDER

Augustus 2014
MSSRKJS
12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31

WEBMAIL

LPSE

E-MAJALAH

JAPAN CORNER

Link

VIDEO Marine Park Kubu


Get the Flash Player to see this player.

OBJEK WISATA

KRITIK dan SARAN

kcodfibnlx
http://www.efhxobarww.com/
11.05.14, 04:02
owwztlbsbohbtfnlbc, http://www.bvphzfniaj.com/ zyfxejoiye
tawan
21.04.14, 03:19
Mohon pihak yang memiliki kewenangan terhadap PDAM karangasem untuk mengusahakan agar pembayaran tagihan air setiap bulannya bisa dilakukan secara onl...
Pemerintah Kabupaten Karangasem
10.01.14, 01:53
Berikut kami tanggapi pertanyaan dari aya mengenai masalah transmigrasi.

1. Program Transmigrasi adalah perpindahan penduduk secara sukar...

Statistics

Content View Hits : 1782753

LINK SUBDOMAIN

You are here: Home Download ARTIKEL PAHLAWAN KEMERDEKAAN DAN PAHLAWAN MERDEKA