HISTORIS DAN WAWASAN KEBANGSAAN

E-mail Print PDF

Oleh Drs. I gusti Lanang Rai,MSi

PENDAHULUAN

Pengertisn Sejarah

Secara Sederhana Sejarah dapat diartikan sebagai kumpulan kejadian dimasa lalu,

dan pada kesempatan ini marilah kita mengingat kembali salah satu peristiwa yang terjadi 80 tahun yang lalu tepatnya tahun 1928.

Sumpah pemuda sebagai faktor integratif keindonesiaan kini tampaknya hanya sekedar bagian dari ingatan bersama ”colective memori”. Ia kelihatan telah kehilangan peran fungsionalnya untuk mengokohkan kembali integritas bangsa yang terus mengalami gangguan.

Mengapa hal ini bisa terjadi?.Dan bagaimana usaha kita khususnya GENERASI MUDA untuk mengokohkan kembali integritas bangsa?.

Penjelasan

Para pemuda yang berkumpul pada tanggal 28 oktober 1928 mempunyai kesadaran bersama tentang masa depan. Mereka sadar bahwa perubahan telah menyingsing. Transformasi masyarakat tradisional menuju masyarakat modern mulai terjadi. Pendidikan sebagai kendaraan menuju kemajuan sudah mulai menyebar di bangsa baru ini. Anak-anak muda masa itu menyadari bahwa tantangan mereka adalah meruntuhkan sekat-sekat pembeda. Basis-basis kedaeraahan itu disatukan menjadi basis kebangsaan yang lebih luas.

Dimasa itu timbul kesadaran baru bahwa suku-suku bangsa di Nusantara ini akan meraih kegemilangan masa depan jika mereka bisa menemukan rumus sederhana yang bisa mempersatukasn.

Persatuan dan kebersamaan adalah kata kunci. Keputusan untuk mempergunakan bahasa bersama, yaitu Bahasa Indonesia, adalah keputusan genius sampai hari ini,begitu banyak urusan bangsa menjadi sederhana haya karena bahasa yang sama yang bisa diterima oleh semua pihak.

Dunia Internasional sering terpukau menyaksikan heterogenitas bangsa ini, yang menghunni sekitar 5000 pulau yang merentang sepanjang khatulistiwa, memiliki 250 lebih bahasa dan dialek dan terdiri dari 1000 lebih kelompok etnis dan sub etnis. Ini adalah bangsa yang super plural tapi bisa hidup secara berdampingan secara relatip damai.

Polarisasi, friksi bahkan konflik antar berbagai suku di Indonesia memang tidak absen. Meski begitu, seburuk-buruknya konflikdi Indonesia disaat pihak-pihak konflik harus duduk semeja, berdialog dan merundingkan kepentingannya, merka berkomunikasi tanpa penerjemah. Mereka duduk menyelesaikan konflik dengan menggunakan bahasa bersama, yaitu BAHASA INDONESIA.

Diperlukan 17 tahun lamanya sejak deklarasi sumpah pemuda hingga resmi berdiri sebuah republik di Nusantara, yaitu Republik Indonesia. Selama periode itu usaha untuk meraih kemerdekaan dipertahankan dengan OPTINISME KOLEKTIF bahwa kemerdekaan akan tercapai dan akan menjadi jembatan emas menuju indonesia yang adil dan makmur.

Kini 80 tahun sudah setelah sumpah pemuda diikrarkan dan 63 tahun lamanya Indonesia saudah merdeka, namun ada keprihatinan yang mendalam atas hilangnya OPTINISME KOLEKTIF bangsa, maka terkikisnyarasa kebangsaan kita.

Secara sedertrhana Wawasan kebangsaan dapat diartikan sebagai cara pandang suatu bangsa dalam memahami jati diri dan lingkungannya yang merupakan penjabaran dari falsafah suatu bangsa sesuai dengan keadaan wilayahnya dan perjalanan sejarah bangsa yang dialaminya.

Untuk memenuhi wawasan kebangsaan inilah maka suatu keharusan utuk mempelajari dan memahami sejarah perjuangan bangsa. (to study history, to buil history).

Wawasan kebangsaan merupkan landasan dalam menumbuhkan rasa nasionalisme atau ke Indosesiaan. Konsep demokrasi yang bercirikan ”kesatuan dalam keberagaman” sejalan dengan nasionalisme yang menjujung tinggi rasa kebangsaan (bukan kesukuan).

Ada suatu hal menarik tentang paham kebangsaan diantara bapak pendiri Indonesia. Mohammad Hatta pernah mengatakan bahwa sulit memperoleh kriteria yang tepat apa yang menentukan bangsa. Bangsa bukaanlah didasarkan pada kesamaan asal, persamaan bahasa dan persamaan Agama.

Menurt Hatta, ”Bangsa ditentukan oleh sebuah keinsyafan sebagai suatu persekutuan yang tersusun jadi satu yaitu keinsyafan yang terbit karena sama seperuntungan, malang yang sama diderita, mujur yang sama didapat, oleh karena jasa bersama, kesengsaraan bersama, pendeknya karena peringatan kepada riwayat bersama yang tertanam dalam hati dan otak”. Pemahaman ini terasa pas saat melihat situasi faktual berbagai daerah.

Hari ini banyak pengamat nasional atau ahli wawasan kebangsaan yang mengheluhkan tentang wawasan kebangsaan yang mulai pudar di masyarakat. Banyak anak muda yang tidak hafal lagu Indonesia Raya, tidak tau nama-nama pahlawan, suka meminta bantuan kepada bangsa asing, meminta otonomi lebih besar dan lain sebagainya.

Menunjuk pada pernyataan Bung Hatta, bahwa adanya kesamaan nasib antara semua anak bangsa, maka kita menyadari bahwa hal ini sudah tidak terdapat lagi di Indonesia. Jurang perbedaan antara daerah satu dengan daerah yang lainnya (antara pusat/Jakarta dengan daeerah) sabgat frontal. Jika hal ini dapat kita perkecil dan negara dapat melayani warganya sebaik mungkin, mudah-mudahan wawasan kebangsaan akan menguat dihati sanubari.

SEJARAH PERJALANAN BANGSA MENUJU KEMERDEKAAN

Setelah masa kemerdekaan bangsa Indonesia masih mengalami pergolakan-pergolakan internal, khususnya dalam penerapan demokrasi. Indonesia pernah menerapkan beberapa asas demokrasi diantaranya:

. Demokrasi parlementer atau demokrasi libral.

. Demokrasi terpimpin

. Demokrasi Pancasila

. Demokrasi pascatransisi

Penjelasan

Demokrasi Parlementer atau demokrasi libral (1950-1959) di bawah Payung UUDS 1950. Pada masa ini tercatat sejarah demokrasi Indonesia yang berhasil meklaksanakan pesta mokrasi untuik pertama kalinya yakni Pemilihan Umum tahun 1955.

Demokrasi Terpinpin (1959-1966) dibawah kepeminpinan Soekarno. Dengan Dekrit 5 Juli 1959. Demokrasi Terpinpin dimulai. Gejala yang paling menonjol adalah, ”Gaya politik menjadi berubah sama sekali. Politik itu mulai mengalir ke bawah. Dan sulit untuk dikontrol dari Jakarta. Dalam politik waktu itu yang terkuat adalah Angkatan Darat. Dan hanya PKI yang dapat dipakai untuk mengimbanginya”.

Demokrasi Pancasila (1967-1998) dibawah kepeminpinan Soeharto yang mengedepankan stabilitas politik dengan melakukan kontrol terhadap hak sipil. Sebagai konsekwensi dari kontrol yang terkesan sangat berlebih telah terjadi banyak pelanggaran HAM, pembatasan terhadap kreatipitas anak bangsa,dll.

Demokrasi pasca transisi (1998-sekarang)dengan sistim multipartai yang ekstrim

Demokrasi pada masa ini merupakan masa metamorfosis demokrasi dimana demokrasi sedang mencari suatu format yang paling sesuai dengan identitas dan jati diri bangsa Indonesia. Entah mengarah ke libral, terpinpin atau mungkin bentuk lain dari ”Demokrasi ala Indonesia”.

Kesimpulan dan Saran .

Kini saatnya Bangsa Indonesia bekerja lebih keras untuk melunasi janji kemerdekaan bagi seluruh rakyat Indonesia. Sumpah Pemuda yanmg telah diikralkan mampu membalikkan semangat kesukuan menjadi semangat kebersamaan. Delapan puluh tahun kemudian bangsa ini harus mampu membalikkan pesimisme menjadi optimisme, karena masa depan gemilang bisa dicapai dengan ”OPTIMISME KOLEKTIF”.

Marilah kita warisi semangat para ”Founding father” kita yang dengan begitu gigihnya memperjuangkan kemerdekaan. Kita renungkan makna dari ungkapan ”ALL SOLDIERS NEVER DIES”

Dalam menghadapi hajatan Hajatan Demokrasi 2009,diharapkan agar tetap didasari oleh wawasan kebangsaan sehingga dalam memaknai demokrasi tidak menjadi demokrasi yang kebablasan. Sekali merdeka,merdekaaa sekali!!!”.

Penulis, Kini Mantan Wakil Bupati Karangasem. Makalah ini dibawakan saat masih sebagai Wakil Bupati Karangasem dalam acara Sarasehan ”Dialog Peran Pemuda Dalam Hajatan Demokrasi 2009, tgl 27 Oktober 2008 di Wantilan Pemkab Kab. Karangasem dan pernha dimuat di majalah Sinar Agung Edisi IV/2008 terbitan Dinas Koumunikasi dan Informatika Kab. Karangasem.

 

Profil Pimpinan

KALENDER

October 2014
MSSRKJS
1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031

WEBMAIL

LPSE

E-MAJALAH

JAPAN CORNER

Link

VIDEO Marine Park Kubu


Get the Flash Player to see this player.

OBJEK WISATA

KRITIK dan SARAN

shinta
25.09.14, 02:53
om swastiastu,
mohon informasi BAPAK/IBU untuk persyaratan cpns kabupaten karangasem,
karena di portal nasional pendaftaran cpns tidak a...
Hendi
22.09.14, 01:17
OSA,
Mohon info CPNS. Kapan pendaftaran di panselnas untuk CPNS kab. karangasem dapat di laksanakan,
TRIMS
pheby
21.09.14, 03:10
Bisakah diluar dari domisili karangasem untuk melamar cpns 2014 ?

Statistics

Content View Hits : 1801143

LINK SUBDOMAIN

You are here: Home Download ARTIKEL HISTORIS DAN WAWASAN KEBANGSAAN